Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Stories » Jemparingan, Warisan Panahan Jawa yang Mengajarkan Ketenangan dan Filosofi Kehidupan

Jemparingan, Warisan Panahan Jawa yang Mengajarkan Ketenangan dan Filosofi Kehidupan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KULON PROGO, Pansela.co – Sebuah busur ditarik perlahan. Anak panah diarahkan menuju sasaran. Pemanah tidak hanya membutuhkan ketepatan bidikan, tetapi juga ketenangan pikiran, kesabaran, dan kemampuan mengendalikan diri.

Ya, di balik gerakan sederhana itu, tersimpan filosofi kehidupan yang diwariskan melalui jemparingan, seni panahan tradisional Jawa yang hingga kini terus dijaga keberlangsungannya.

Tradisi tersebut kembali mempertemukan ratusan pemanah dari berbagai daerah dalam Gladhen Hageng Jemparingan Tingkat Nasional 2026 di Alun-Alun Wates, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (25/10/2026).

Sebanyak 787 peserta dari 29 kabupaten/kota, enam provinsi, dan 121 komunitas jemparingan turut ambil bagian. Peserta dari Puerto Rico juga hadir dalam perhelatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo tersebut.

Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa mengikuti perlombaan dengan mengenakan busana adat gagrak Mataram. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa jemparingan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan tradisi yang masih memiliki ruang dalam kehidupan masyarakat modern.

Lebih dari Sekadar Seni Memanah

Jemparingan memiliki karakter yang berbeda dari olahraga panahan pada umumnya. Tradisi ini tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan mengenai sasaran, tetapi juga menempatkan pengendalian diri sebagai bagian penting dari proses memanah.

Setiap peserta dituntut menjaga konsentrasi, mengatur pernapasan, mengendalikan emosi, serta mempertahankan ketenangan ketika melepaskan anak panah.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari filosofi yang melekat pada jemparingan. Ketepatan bidikan bukan satu-satunya ukuran, sebab proses menuju sasaran juga mengandung pelajaran tentang kesabaran dan keteguhan hati.

Bupati Kulon Progo, Dr R Agung Setyawan ST MSc MM memandang jemparingan sebagai tradisi yang memiliki makna lebih luas daripada aktivitas olahraga. Menurutnya, seni panahan tradisional tersebut menjadi sarana membangun persaudaraan, sportivitas, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.

“Jemparingan memiliki daya tarik yang luas serta menjadi sarana mempertemukan masyarakat dalam semangat persaudaraan, sportivitas, dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa,” ujar Agung.

  • person
  • visibility 8
  • forum 0
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ambulans Desa Arjomulyo Resmi Diluncurkan

    Ambulans Desa Arjomulyo Resmi Diluncurkan

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle pansela
    • visibility 2
    • 0Komentar

    “Keberadaan Ambulans Desa sangat bermanfaat sekali buat masyarakat,” Ambulaln Desa Arjomulyo, Kecamatan Adimulyo. INI KEBUMEN – Pemerintah Desa Arjomulyo, Kecamatan Adimulyo,  secara resmi meluncurkan Ambulans Desa pada  Minggu, 9 Januari 2022.  Pengadaan Ambulans Desa dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Arjomulyo Tahun Anggaran 2021 yang direalisasikan pada akhir tahun 2021 dengan nilai […]

  • Hari Ketiga Pendaftaran, Belum Ada Parpol Mendaftar di KPU Kebumen

    Hari Ketiga Pendaftaran, Belum Ada Parpol Mendaftar di KPU Kebumen

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2017
    • account_circle pansela
    • visibility 2
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Tiga hari sejak dibuka, belum ada satu pun partai politik yang mendaftarkan diri untuk menjadi peserta Pemilu pada 2019 mendatang. Padahal wajib hukumnya bagi semua partai politik, baik yang pernah mengikuti Pemilu 2014 maupun partai politik baru mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum. Sosialisasi pendaftaran, verifikasi dan penetapan partai politik calon peserta […]

  • Bersama Warga, Polsek Petanahan Urug Jalan Berlubang

    Bersama Warga, Polsek Petanahan Urug Jalan Berlubang

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle pansela
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Jalan berlubang Jalan berlubang di Petanahan diurug. (Foto: Humas Polres Kebumen) INI Kebumen, Petanahan – Intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa bulan terakhir ini menyisakan jalan berlubang di sepanjang Jalan Laut Petanahan dan Jalan Klirong, tepatnya di sebelah timur Mapolsek Petanahan. Situasi ini cukup berbahaya bagi pengguna jalan yang tidak mengetahui medan. Resiko jatuh ataupun […]

  • Nelayan Cilacap yang Hilang Ditemukan Sudah Meninggal di Pantai Bungso

    Nelayan Cilacap yang Hilang Ditemukan Sudah Meninggal di Pantai Bungso

    • calendar_month Rabu, 2 Agt 2017
    • account_circle pansela
    • visibility 4
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net AYAH – Pencarian intensif selama dua hari terhadap nelayan Cilacap yang hilang ditelan ombak, akhirnya membuahkan hasil. Nelayan atas Kasiman (45), berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan satu kilometer dari lokasi kejadian. Tim gabungan saat mengevakuasi korban nelayan yang hilang di Pantai Logending. Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di Pantai Bungso, masuk […]

  • 672 Los dan 88 Kios di Pasar Wonokriyo Gombong Ludes Terbakar

    672 Los dan 88 Kios di Pasar Wonokriyo Gombong Ludes Terbakar

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2017
    • account_circle pansela
    • visibility 4
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net GOMBONG – Sedikitnya 672 petak los dan 88 petak kios di Pasar Wonokriyo Gombong ludes terbakar, Kamis (7/9/2017) sekitar pukul 02.30 dini hari. Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan jatuhnya korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar Pasar Wonokriyo Gombong, Kamis (7/9/2017) pagi. Kepala Dinas […]

  • Korban Mahar Pernikahan Palsu Ajukan Pembatalan Nikah

    Korban Mahar Pernikahan Palsu Ajukan Pembatalan Nikah

    • calendar_month Rabu, 10 Jan 2018
    • account_circle pansela
    • visibility 3
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Kecewa dengan perbuatan suaminya, korban mahar pernikahan palsu mengajukan pembatalan nikah kepada Pengadilan Agama Kebumen. Pengajuan tersebut diajukan oleh orangtua korban. Tersangka penipuan emas kawin palsu, Abi Dwi Septian, saat diperiksa penyidik di Polsek Kebumen.  Ateng Wahyudi (47), orangtua dari korban bersikukuh mengajukan pembatalan nikah, karena dia meyakini pernikahan antara putrinya dengan […]

expand_less
Langganan Berita OK No thanks