Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Pansela » Bupati Kebumen, Siapkah Kita Menghadapi Penyakit Korona?

Bupati Kebumen, Siapkah Kita Menghadapi Penyakit Korona?

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bupati atau Wakil Bupati seharusnya memimpin upaya ini dan membentuk pusat penanggulangan krisis beserta satuan–satuan tugas yang dibutuhkan.

Bupati Kebumen, Siapkah Kita Menghadapi Penyakit Korona?
Muh Ma’rufin Sudibyo

INI Kebumen, SEMINGGU berlalu dalam babak haru biru penyakit korona atau COVID–19 di Indonesia. Dalam seminggu itu telah 27 orang dinyatakan sebagai pasien positif, hampir semuanya hanya mengalami simptom ringan.

Ratusan sampel telah diperiksa, baik dari yang berstatus suspek (setingkat lebih rendah dibanding pasien positif) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), status yang setingkat lebih rendah ketimbang pasien suspek.

Dalam seminggu itu pula kita menyaksikan masker dan cairan pembersih tangan (sanitizer) menjadi barang langka. Harganya melambung ke langit. Toko–toko bahan pangan dan pusat perbelanjaan diserbu warga yang panic buying.

Ironisnya sebagian besar di antara mereka adalah kelas menengah, golongan warga yang cukup terdidik terpelajar dan seharusnya mampu menelaah kritis setiap informasi akan penyakit korona yang masuk ke media–media sosial dalam gawai pintarnya. Bukan malah latah dan justru menjadi motor utama penggerak aktivitas panic buying.

Telah dua bulan penyakit COVID–19 menjangkiti dunia. Kini bagaimana sifat–sifat penyakit baru tersebut mulai terkuak, meski belum seluruhnya. Worldometer dan ArcGIS John Hopkins University mencatat statistik penyakit baru ini dari hari ke hari secara berkelanjutan sedari awal krisis bermula, meski dengan tampilan gaya sedikit berbeda.

Dari kedua laman informatif tersebut kita mengetahui bagaimana karakter pernyakit ini. Hingga 9 Maret 2020, secara umum untuk setiap 300 pasien positif penyakit korona maka 169 diantaranya telah sembuh dan 121 masih dirawat. Untuk setiap 121 pasien positif penyakit korona yang masih dirawat, 106 diantaranya hanya mengalami simptom ringan (demam dan batuk) sementara 15 menderita simptom berat (sesak nafas hingga gagal nafas). Dan dari setiap 300 pasien positif penyakit korona tersebut hanya 10 yang meninggal dunia.

Terdapat empat negara yang menjadi pusat penyebaran penyakit korona pada saat ini. Yaitu Tiongkok, Italia, Korea Selatan dan Iran. Statistik masing–masing negara pun telah tersedia. Dari setiap 300 warganegara Tiongkok yang dinyatakan positif terinfeksi penyakit ini, 223 diantaranya telah sembuh dan 12 meninggal dunia.

Pola yang mirip dijumpai di Iran, dimana dari setiap 300 warga negaranya yang terjangkiti penyakit ini, 100 diantaranya telah sembuh dan 10 meninggal dunia. Sebaliknya di Italia, setiap 300 warganegaranya yang positif terinfeksi penyakit ini, baru 24 diantaranya yang telah sembuh sementara 15 meninggal dunia. Pola yang mirip ditemui di Korea Selatan, dimana dari setiap 300 warga negaranya yang terjangkiti penyakit ini, baru 10 diantaranya yang telah sembuh sementara 2 meninggal dunia.

Dari statistik tersebut terlihat peluang kesembuhan dari pasien penyakit COVID–19 sebenarnya cukup tinggi dan menjanjikan. Bahkan mereka yang masih dirawat pun sebagian besar hanya menderita simptom ringan. Sehingga meski di satu sisi penyakit ini bersifat mudah sekali menular, namun di sisi lain masih bisa disembuhkan. Bahkan laporan dari WHO menunjukkan mayoritas pasien sembuh dengan sendirinya, suatu ciri khas self limited disease dari penyakit yang disebabkan oleh virus–virus korona.

Walaupun begitu menganggap remeh terhadap penyakit ini juga tidak tepat. Karena bisa menggiring ke situasi yang lebih buruk, seperti ternyata di Italia dan Iran. Italia awalnya menganggap enteng, penyakit ini dianggap hanya bentuk lain dari flu sehingga tidak perlu mengambil langkah–langkah khusus. Kini hanya dalam 18 hari saja jumlah pasien positif penyakit korona di Italia melonjak hebat secara eksponensial dari semula hanya 20 orang menjadi melebihi 9.000 orang.

Peningkatan dramatis dan masih rendahnya rasio kesembuhan membuat pemerintah Italia memutuskan lockdown seluruh negeri. Lockdown membuat arus tranportasi publik terhenti dan membatalkan seluruh pertemuan umum yang melibatkan akumulasi massa berjumlah besar. Iran pun memiliki cerita hampir senada. Iran kian menarik perhatian karena penyakit korona disana menyebar begitu dalam hingga menjangkiti sejumlah pejabat tinggi, mulai dari Wakil Presiden, Wakil Menteri sampai anggota parlemen.

Bagaimana dengan Kebumen kita tercinta?


“Apa yang harus dilakukan,” tanya seorang kawan dalam nada retoris seminggu silam, dalam diskusi panjang kami terkait penyakit COVID–19.

Diskusi yang baru berakhir kurang dari 24 jam sebelum pengumuman Presiden Joko Widodo yang mengejutkan tentang kasus positif yang pertama dan kedua dari penyakit korona di Indonesia.

Ia seorang dokter berdedikasi yang bertugas di salah satu rumah sakit di Kabupaten Kebumen dan sedang berusaha merancang prosedur tetap (protap) penanganan pasien yang terkait penyakit korona. Rancangan protap mengacu pada kejadian penyakit sindrom pernafasan akut parah (SARS) dan flu burung (H5N1) di masa lalu, karena hingga saat itu belum ada arahan spesifik dari jajaran Kementerian terkait.

Ia melanjutkan kegelisahannya dengan bagaimana melakukan screening di tempat–tempat umum. Mengingat sifat penularan penyakit korona adalah melalui droplet yang berpindah dari penderita ke orang lain lewat kontak dekat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bagaimana screening dilakukan di pintu–pintu masuk Kabupaten Kebumen, seperti terminal bus / halte bus dan stasiun kereta api.

Pada aras yang sama, tak kalah pentingnya adalah bagaimana melaksanakan edukasi publik terkait pencegahan dan deteksi dini. Mulai dari menggerakkan publik guna menjalankan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) secara konsisten hingga meluruskan kesalah–pahaman umum terkait penyakit korona.

Semisal masker, yang sesungguhnya tak dibutuhkan bagi orang sehat dan justru malah meningkatkan potensi tertular penyakit korona jika tidak benar dalam pemakaiannya. Juga sanitizer, yang sesungguhnya kalah efektif dibandingkan sabun biasa yang murah meriah dan mudah dijumpai. Dengan struktur terluar virus adalah lapisan lemak, maka molekul–molekul sabun khususnya komponen hidrofob–nya lebih efektif dalam menembus lapisan lemak dan merusak si virus.

Dan akhirnya, kegelisahannya juga merambah ke bagaimana menyajikan edukasi terkait upaya deteksi dini. Agar masyarakat tidak perlu cemas tatkala menemui seseorang dengan batuk, pilek dan demam. Hanya jika orang tersebut pernah melakukan perjalanan keluar negeri dengan tujuan negara–negara yang terinfeksi penyakit korona, atau lebih spesifik lagi pernah melakukan perjalanan ke Wuhan (Tiongkok), Korea Selatan, Italia dan Iran saja yang dianjurkan segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat. 

Kini pasca konfirmasi penyakit korona di Indonesia, situasi memang telah sedikit berubah. Protokol penanganan penyakit korona telah diterbitkan, yang mencakup protokol kesehatan, protokol komunikasi, protokol pengawasan perbatasan, protokol area publik dan transportasi dan protokol area pendidikan. Semuanya bertujuan mereduksi seminimal mungkin potensi penyebaran virus penyebab penyakit korona ke daerah–daerah lain. Akan tetapi bagaimana penerapan protokol–protokol tersebut khususnya yang bersesuaian dengan Kab. Kebumen, tentu sangat bergantung kepada aksi kepemimpinan daerah.

Penanggungan penyakit korona, sebaiknya dikelola selayaknya penanganan dampak sebuah bencana alam. Dalam penanggulangan bencana, kita selalu berharap pada situasi terbaik akan tetapi juga selalu bersiap untuk situasi terburuk.

Bupati atau Wakil Bupati seharusnya memimpin upaya ini dan membentuk pusat penanggulangan krisis beserta satuan–satuan tugas yang dibutuhkan. Para pejabat terkait hendaknya memiliki satu nada dan suara yang sama, lebih baik jika dibentuk juru bicara daerah sebagai saluran utama hal–ihwal terkait penyakit korona di Kabupaten Kebumen.

Beberapa langkah memang telah diambil, misalnya penyiapan ruang isolasi di RSUD Dr Soedirman Kebumen. Ruang yang sama juga telah disiapkan di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Ruang–ruang tersebut dapat digunakan untuk merawat pasien berstatus PDP, dengan sakit rujukan terdekat adalah di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo di Purwokerto.

Di luar upaya–upaya tersebut, edukasi publik menjadi bagian yang tak kalah pentingnya. Semisal bagaimana cara mencuci tangan yang benar? Bagaimana cara membersihkan bagian–bagian rumah yang paling mudah tercemar bakteri dan virus, seperti handel pintu dan toilet? Bagaimana cara membersihkan gawai pintar seperti ponsel, tablet dan laptop? Bagaimana cara membersihkan fasilitas–fasilitas publik atau fasilitas yang banyak diakses orang?

Dan pengalaman menunjukkan edukasi semacam itu akan lebih mengena jika dibarengi ujicoba/demonstrasi. Tatkala Bupati dan atau pimpinan daerah mendemonstrasikan cara–cara tersebut di hadapan publik, kesannya akan lebih kuat.

Demikian juga jika demonstrasi yang sama dilakukan Kepala Sekolah dan guru di sekolahnya, Kepala Kantor di instansinya, Kepala Desa beserta perangkatnya (termasuk RT dan RW) di desa atau kelurahannya, Ulama di masjidnya dan Kyai di pondok pesantren / majelis taklimnya. Dan mengingat tahun ini adalah tahun politik lokal Kebumen, maka penting juga bagi cabup – cawabup yang hendak berlaga untuk melakukan demonstrasi serupa. Sekaligus menunjukkan kepedulian akan isu kesehatan masyarakat Kab. Kebumen.

Selain demonstrasi, Pemkab Kebumen sebaiknya juga mengaktifkan kembali dan atau memperbanyak fasilitas tempat cuci tangan. Toilet umum, toilet sekolah, toilet kantor hingga toilet masjid perlu dikontrol secara teratur, terutama ketersediaan sabun sebagai unsur esensial.

Banyak kisah tentang bagaimana suatu wabah penyakit bisa dihentikan seiring perubahan perilaku penduduk setempat dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Khususnya dalam mencuci tangan dengan benar. Kisah sukses terkini adalah saat penanggulangan wabah Ebola 2014 – 2018 yang sempat menghantui benua Afrika bagian barat. 

Harapannya jika langkah–langkah itu bisa dilakukan, kekhawatiran penularan penyakit korona di Kabupaten Kebumen dapat direduksi seminimal mungkin. Sehingga bisa turut menciptakan rasa aman dan optimistik, salah satu faktor krusial dalam penanggulangan bencana.

Dengan statistik penyakit korona yang telah tersaji, dapat diketahui penyakit ini tidak terlalu mematikan. Namun demikian telah diketahui pula terdapat penduduk yang beresiko lebih tinggi, yakni pada usia paruh baya hingga lanjut usia. Apalagi jika memiliki penyakit penyerta seperti jantung, diabetes, gangguan pernafasan, tekanan darah tinggi maupun kanker.(*)

Muh Ma’rufin Sudibyo
Penulis adalah Putra Kebumen, pegiat mitigasi bencana

  • person
  • visibility 2
  • forum 0
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suzuki Competition Program, Ajak Publik Berkreasi Digital

    Suzuki Competition Program, Ajak Publik Berkreasi Digital

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2020
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Suzuki GSX Series Digital Modifikasi dibagi menjadi 3 periode, yang setiap periodenya berlangsung selama 1 bulan lamanya.  Periode Januari 2020 dikhususkan bagi karya digital modifikasi untuk tipe Suzuki GSX-R150. www.inikebumen.net JAKARTA – Maraknya dunia modifikasi otomotif saat ini telah berkembang hingga dunia digital melalui desain dan olah gambar menarik yang mewakili kreatifitas penciptanya. PT Suzuki […]

  • Pilgub Jateng, Ketua PKB Kebumen Nyoblos di Rumah Sakit

    Pilgub Jateng, Ketua PKB Kebumen Nyoblos di Rumah Sakit

    • calendar_month Rabu, 27 Jun 2018
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kebumen, Zaeni Miftah, terpaksa menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Jateng 2018 di rumah sakit. Hal itu lantaran, Zaeni sedang dirawat karena sakit di RSUD Dr Soedirman Kebumen Ketua DPC PKB Kebumen, Zaeni Miftah, menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Jateng di dalam bangsang RSUD Dr Soedirman […]

  • Minta KPK Tunda Proses Hukum Calon Kepala Derah, Konsistensi Pemerintah Dipertanyakan

    Minta KPK Tunda Proses Hukum Calon Kepala Derah, Konsistensi Pemerintah Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 14 Mar 2018
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Koordinator Jaringan Advokasi Hukum dan Pemilu Jawa Tengah Teguh Purnomo, menyesalkan sikap pemerintah yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) untuk menunda penetapan tersangka calon kepala daerah. Koordinator Jaringan Advokasi Hukum dan Pemilu Jawa Tengah, Teguh Purnomo Teguh yang juga Dosen Magister Ilmu Hukum Universitas Muria Kudus ini menilai pemerintah tengah menunjukkan […]

  • Delapan ASN Lolos Seleksi Administrasi Calon Sekda Kebumen

    Delapan ASN Lolos Seleksi Administrasi Calon Sekda Kebumen

    • calendar_month Senin, 6 Agt 2018
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) lolos seleksi administrasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen tahun 2018. Panitia Seleksi (Pansel) mengumumkan hasil seleksi tersebut pada Senin, 6 Agustus 2018. Pengumuman ASN yang lolos seleksi administrasi Calon Sekda Kebumen Kedelapan orang itu, yakni Moh Amirudin (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan […]

  • Sudah 1.959  Warga Kebumen Terpapar Virus Corona, 61 Diantaranya Meninggal Dunia

    Sudah 1.959 Warga Kebumen Terpapar Virus Corona, 61 Diantaranya Meninggal Dunia

    • calendar_month Sabtu, 21 Nov 2020
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Kebumen masih zona merah Ilustrasi INI Kebumen, KEBUMEN – Kasus Covid-19 di Kabupaten Kebumen kian melonjak.  Hingga 21 November 2020, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kebumen melaporkan total ada 1.959 warga terkonfirmasi positif Covid-19.  Ketua Bidang Informasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto, mengungkapkan dari sejumlah kasus terkonfirmasi tersebut, dirawat 145 orang,  menjalani isolasi  […]

  • Apel Konsolidasi OKC, Kapolres Kebumen: Pengamannan Lebaran 2023 Berjalan Kondusif

    Apel Konsolidasi OKC, Kapolres Kebumen: Pengamannan Lebaran 2023 Berjalan Kondusif

    • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Apel Konsolidasi OKC, Kapolres Kebumen: Pengamannan Lebaran 2023 Berjalan Kondusif KEBUMEN – Operasi Ketupat Candi (OKC) atau operasi pengamanan mudik Lebaran tahun 2023 Polres Kebumen telah selesai dilaksanakan. Operasi yang digelar 14 hari, yang dimulai tanggal 18 April hingga 1 Mei 2023, telah ditutup. Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin saat memimpin Apel Konsolidasi OKC 2023 di […]

expand_less
Langganan Berita OK No thanks