Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Pansela » Warga Buluspesantren Coba Hidupkan Kembali Tradisi Tingkeban

Warga Buluspesantren Coba Hidupkan Kembali Tradisi Tingkeban

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

www.inikebumen.net BULUSPESANTREN – Seiring dengan perkembangan zaman, prosesi tingkeban di Kabupaten Kebumen kian ditinggalkan oleh masyarakat. Tingkeban atau mitoni merupakan sebuah upacara tradisional untuk bayi yang masih dalam kandungan ibunya pada bulan ketujuh.

Warga Buluspesantren Coba Hidupkan Kembali Tradisi Tingkeban
Prosesi tingkeban atau tradisi upacara tradisional untuk bayi yang masih dalam kandungan yang memasuki bulan ketujuh di Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, belum lama ini.

Gunawan, Warga Dukuh Kinanti Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, mencoba menghidupkan kembali tradisi peninggalan leluhur tersebut. Belum lama ini, Gunawan menggelar ritual tersebut di rumahnya. Rohwati, calon ibu muda yang sedang hamil tujuh bulan menjadi relawan pada acara tersebut.
Dalam upacara tradisi ini, ibu sang bayi harus menjajal kain jarik sebanyak tujuh kali untuk menemukan motif yang tempat demi kelancaran proses persalinan bayi.

Gunawan, mengatakan tingkeban merupakan upacara tradisi bagi perempuan yang sedang mengandung bayi dan sudah menginjak usia tujuh bulan. Menurutnya, upacara ini adalah doa permohonan kepada Tuhan guna meminta keselamatan agar proses melahirkan bayi dalam kandungan ibu bisa lancar tanpa adanya kendala apapun.

Tahap demi tahap prosesi upacara dilakukan saat tingkeban, upacara ini diawali dengan tradisi sungkeman oleh calon ayah dan ibu kepada orang tua masing-masing.

Iringan musik gending jawa mengiringi Rohwati bersama suaminya Suparto, yang tengah berjalan pelan menuju sebuah lokasi upacara adat. Usia kehamilan yang menginjak tujuh bulan membuat Rohwati berjalan tampak lebih perlahan sembari menggandeng tangan sang suami.

Penuh harapan agar sang bayi lahir dengan selamat dan tumbuh dewasa menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Upacara itu untuk menghormati leluhur upacara mitoni atau tingkeban ini dilaksanaan bagi pasangan yang akan segera memiliki keturunan.

Pada upacara tersebut, Rohwati dimandikan oleh 7 ibu-ibu paguyuban dukun bayi Buluspesantren. Guyuran air mulai membahasi tubuh Rohwati. Air yang digunakan berasal dari sumber mata air yang dipercayai akan membuat bayi menjadi sehat jasmani dan rohani.

Gayung yang digunakan menggunakan gayung batok kelapa. Sedangkan, airnya menggunakan air yang telah dicampuri kembang setaman. Setelah itu, diguyur dengan air kendi oleh suaminya dan kendi tersebut langsung dibanting hingga pecah.

Usai menjalani siraman, cengkir gadhing yang dibawa oleh calon ayah diteroboskan dari atas melalui dalam kain yang dikenakan calon ibu lantas kemudian diterima oleh nenek bayi dengan menggendongnya begitulah proses brojolan berlangsung. Pada acara brojolan ini menggunakan dua kelapa gading, sebagai gambatran Kamajaya dan Kamaratih. Kelapa gading tersebut ditaruh dipangkuan ibu yang sedang hamil dan diterima oleh sesepuh setempat.

“Prosesnya sangat banyak, belum usai setelah pasangan melakukan prosesi brojolan kemudian calon ibu akan mengikuti prosesi ganti pakaian,” kata Gunawan.

Tujuh kain jarik dengan motif yang memiliki arti dan filosofi masing-masing mulai dipakaikan kepada calon ibu. “Untuk kain yang dikenakan harus dengan tujuh motif,” imbuhnya.

Setelah itu, ibu calon bayi dipotong rambutnya yang dilanjutkan dengan dipakaikan perhiasan. “Harapan dari brojolan agar diberi kelancaran saat kelahiran, diberi anak setampan Kamajaya jika laki dan secantik Ratih jika perempuan. Sedangkan dipakaikan kain dan berhias dengan harapan agar diberi kesempurnaan kecantikan lahiriah dan batiniah,” paparnya.

Selesai mengenakan kain dengan tujuh motif, pasangan tersebut kembali berjalan menuju rumah untuk prosesi memutus benang lawe atau janur yang dilingkarkan di perut calon ibu. Calon ibu pun sebelumnya akan menduduki tujuh kain atau ageman sebagai simbol untuk menjaga kandungan.

Terakhir calon ibu dengan didampingi calon ayah akan membuat rujak. Para tamu dengan membawa kreweng (pecahan genting) akan dipakai untuk mata uang untuk membeli rujak buatan calon ibu, maknanya kelak agar bayi yang mereka lahirkan mendapat banyak rezeki dan mampu menghidupi keluarganya.

Pegiat Media Sosial, Hargo Yohanes, menilai acara semacam ini bisa mejadi aset yang dapat mendukung perkembangan pariwisata di Kebumen. “Kami pecinta budaya sedang berusaha mengangkat budaya kita sendiri,” kata Hargo Yohanes, yang juga terlibat dalam acara tersebut.(*)

  • person
  • visibility 1
  • forum 0
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anti Ribet! Resep Ikan Bakar Colo-Colo, Masaknya Cukup Pakai Teflon, Cocok untuk Makan Siang Bareng Keluarga

    Anti Ribet! Resep Ikan Bakar Colo-Colo, Masaknya Cukup Pakai Teflon, Cocok untuk Makan Siang Bareng Keluarga

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

     Resep ikan bakar colo-colo (Youtubue Devina Hermawan) INIKEBUMEN.net – Info resep masakan, resep ikan bakar colo-colo bisa jadi pilihan untuk menu makan siang bareng keluarga. Tenang, membuat resep ikan bakar colo-colo ala Chef Devina Hermawan ini tidak ribet. Membuat resep ikan bakar colo-colo ini memasaknya mudah karena cukup menggunakan teflon. Dilansir dari kanal Youtube Devina […]

  • Puisi Karya Penyair Kebumen: ‘Anak-Anak Lembah 1’, Koleksi Buku Antologi Bulan Menggantung

    Puisi Karya Penyair Kebumen: ‘Anak-Anak Lembah 1’, Koleksi Buku Antologi Bulan Menggantung

    • calendar_month Rabu, 25 Okt 2023
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

     Puisi Anak-Anak Lembah 1 (M Venter/pexels) INIKEBUMEN.net – Berikut ini puisi berjudul “Anak-Anak Lembah 1” karya penyair Kebumen Pitra Suwita. Puisi “Anak-Anak Lembah 1” merupakan salah satu judul puisi koleksi dari buku Antologi Puisi Bulan Menggantung. Berikut puisi “Anak-Anak Lembah 1” karya Pitra Suwita koleksi dari buku Antologi Puisi Bulan Menggantung yang ditulis di Kebumen […]

  • Cegah Penyebaran COVID-19, Kantor Bupati Kebumen Disemprot Cairan Disinfektan

    Cegah Penyebaran COVID-19, Kantor Bupati Kebumen Disemprot Cairan Disinfektan

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2020
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    “Sasaran penyemprotan disinfektan meliputi tempat ibadah, kantor perbankan, lembaga pendidikan serta kantor pelayanan publik,” kata Salim Wazdy. Relawan PMI menyemprotkan disinfektan di Kantor Bupati dan Wakil Bupati Kebumen INI Kebumen, Kebumen – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat publik. Kegiatan ini dilakukan mulai Rabu dan Kamis, 18-19 Maret 2020. […]

  • Jadwal SIM Keliling Kebumen Hari Ini Senin 29 Mei 2023: Simak Lokasi dan Persyaratannya!

    Jadwal SIM Keliling Kebumen Hari Ini Senin 29 Mei 2023: Simak Lokasi dan Persyaratannya!

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Jadwal SIM Keliling Kebumen Hari Ini Senin 29 Mei 2023. INIKEBUMEN.NET -Sat Lantas Polres Kebumen kembali membuka pelayanan SIM Keliling di Kebumen, hari ini, Senin, 29 Mei 2023. Pelayanan SIM Keliling di Kebumen ini hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C. Untuk SIM lainnya dan penerbitan SIM hanya dilayani di Satpas SIM Sat Lantas […]

  • Perusahaan Lampu Tenaga Surya AS Relokasi Pabrik dari China ke Jateng

    Perusahaan Lampu Tenaga Surya AS Relokasi Pabrik dari China ke Jateng

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2020
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Nilai investasi Alpan Lighting diperkirakan mencapai US$14 juta dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 3.500 orang. Presiden & CEO Alpan Lighting, Danny Sooferian. (Foto : Vivi/Humas Jateng) INI Kebumen, SEMARANG – PT CDS Asia (Alpan Lighting) bersiap merelokasi perusahaannya dari Tiongkok menuju Kawasan Industri Wijaya Kusuma di Kota Semarang, Jawa Tengah. PT CDS Asia merupakan […]

  • Tanpa Dibiayai APBD, Akhirnya Kebumen Miliki Rumah Singgah ODGJ

    Tanpa Dibiayai APBD, Akhirnya Kebumen Miliki Rumah Singgah ODGJ

    • calendar_month Kamis, 28 Des 2017
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Meski tak didukung dengan anggaran dari APBD, namun akhirnya Pemkab Kebumen berhasil membangun Rumah Singgah untuk penanganan bagi eks psikotik atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Hebatnya lagi pekerjaannya hanya diselesaikan kurang dari satu setengah  bulan. Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, mengecek salah satu ruang isolasi yang ada di Rumah Singgah Dosaraso. […]

expand_less