Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Pansela » Wajib Tahu! Kesepian Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Parkinson, Ini Penjelasan dari Profesor Neurologi

Wajib Tahu! Kesepian Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Parkinson, Ini Penjelasan dari Profesor Neurologi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wajib Tahu! Kesepian Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Parkinson, Ini Penjelasan Profesor Neurologi
 Kesepian bisa tingkatkan resiko parkinson (goodinteractive/Pixabay)

INIKEBUMEN.net – Merasa kesepian ternyata dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan.

Menurut studi baru, orang yang dilanda kesepian memiliki kemungkinan 37 persen didiagnosis menderita penyakit Parkinson.

Temuan tersebut diungkap dalam studi baru yang diterbitkan di JAMA Neurology.

Jika biasanya kesepian dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena demensia dan alzheimer, para peneliti hendak mencari tahu dampaknya terhadap penyakit Parkinson.

Hal itu diungkapkan oleh Profesor Neurologi dan Kepala Divisi Gangguan Pergerakan di Fakultas Kedokteran Universitas North Carolina, Nina Browner.

“Penelitian ini pada dasarnya mencoba mencari tahu apakah kita juga bisa melihat hal yang sama pada penyakit Parkinson,” ujarnya seperti dikutip dari laman Health, Sabtu, 21 Oktober 2023..

Penyakit Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif, yakni sebagai akibat proses penuaan sistem saraf. Pengidapnya bisa mengalami gangguan motorik dan keseimbangan tubuh, ditandai dengan tremor, gangguan koordinasi tubuh, dan kaku otot.

Penelitian ini tidak secara langsung menyebut bahwa kesepian mutlak menyebabkan penyakit Parkinson, namun itu bisa menjadi dampak negatif yang dapat timbul karena kesepian. Menurut peneliti, hasil itu penting karena saat ini banyak orang dilanda epidemi kesepian.

Studi menggunakan data dari 491.603 peserta dalam kelompok Biobank di Inggris, yang mengisi kuesioner antara tahun 2006 dan 2010. Kelompok tersebut diminta untuk memberikan jawaban ya atau tidak apakah mereka merasa kesepian.

Selama periode 15 tahun, para peneliti mengamati berapa banyak partisipan yang didiagnosis menderita penyakit Parkinson. Dari sana, tim meninjau apakah ada perbedaan risiko terkena penyakit Parkinson berdasarkan kesepian.

Penulis studi, Antonio Terracciano, menyebutkan para peserta studi berusia antara 38 hingga 73 tahun. Sebanyak 54 persen di antaranya adalah perempuan.

Kesepian lebih umum terjadi pada perempuan, orang yang berusia lebih muda, orang dengan tingkat pendidikan lebih rendah, serta orang yang memiliki kondisi kesehatan mental dan fisik tertentu.

Seperti yang sudah disebutkan, orang yang kesepian memiliki risiko 37 persen lebih besar terkena Parkinson. Setelah memperhitungkan faktor risiko penyakit Parkinson lainnya.

Seperti genetika dan kondisi kesehatan lainnya, orang yang kesepian masih mengalami peningkatan risiko sebesar 25 persen.

Terracciano yang merupakan profesor di departemen geriatri di Florida State University College of Medicine mengatakan hubungan antara kesepian dan Parkinson konsisten pada jenis kelamin dan usia.

Namun, para ahli mencatat beberapa kemungkinan keterbatasan penelitian terkait kualitas data.

Data yang ada mungkin tidak tepat karena diagnosis yang salah. Bisa juga, diagnosis mungkin terlewat jika seseorang tidak memeriksakan diri ke dokter dan menunjukkan gejala. Selain itu, mungkin saja kesepian didefinisikan secara berbeda.

Secara umum, penelitian tersebut hanyalah eksplorasi atau titik awal yang membuktikan ada semacam hubungan antara kesepian dan kesehatan otak. Salah satu gagasan yang mungkin adalah bahwa kesepian adalah gejala awal penyakit Parkinson.

Para peneliti menduga bahwa kesepian mungkin berhubungan dengan penyakit Parkinson pada tingkat yang sama seperti kecemasan, apatis, kelelahan, dan depresi.

Namun, setelah memperhitungkan depresi dalam analisis, kesepian masih dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit.

“Kami pikir tekanan emosional yang terkait dengan kesepian inilah yang menjadi faktor penyebabnya. Perasaan tertekan ini dapat mengikis kemampuan otak untuk melawan faktor genetik, atau hal lain yang dapat menyebabkan penyakit Parkinson,” terang Terracciano.

***

Sumber: PMJ

  • person
  • visibility 1
  • forum 0
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bawaslu Kurang Kreatif Menangani Persoalan Pilbup Kebumen

    Bawaslu Kurang Kreatif Menangani Persoalan Pilbup Kebumen

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2020
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Padahal menurut Yuniati tugas Bawaslu tak hanya mengawasi pelanggaran peserta pemilu dalam penggunaan APK. Salah satu baliho Koko di dekat Pasar Karangsari, Buayan. INI Kebumen, KEBUMEN – Saling lempar proses penanganan kasus pencopotan baliho kotak kosong (koko) antara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kebumen dengan Polres Kebumen sangat disesalkan.  Menurut Yuniati Zainul Khasanah, hal itu […]

  • Kades Pejengkolan Raih Penghargaan Kades Terbaik di Kabupaten Kebumen

    Kades Pejengkolan Raih Penghargaan Kades Terbaik di Kabupaten Kebumen

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Pemberian penghargaan kepada desa Bupati Kebumen menyerahkan penghargaan kepada Kades Pejengkolan www.inikebumen.net KEBUMEN – Kepala Desa Pejengkolan Kecamatan Padureso, mendapat penghargaan sebagai Kades Terbaik Kabupaten Kebumen 2019. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, pada acara Rakor Kepala Desa, Lurah, BKAD dan UPK Se Kabupaten Kebumen, di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Rabu, 20 November […]

  • Sebelum Razia, Polisi Polres Kebumen Dirazia oleh Propam

    Sebelum Razia, Polisi Polres Kebumen Dirazia oleh Propam

    • calendar_month Kamis, 22 Mar 2018
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Penegakan Ketertiban dan Kedisiplinan (Gaktiblin) kembali dilakukan Propam Polres Kebumen terhadap seluruh anggota dan ASN, Selasa 20 Maret 2018.Tak terkecuali, bukan hanya para Bintara, para Perwira juga tak luput dari pemeriksaan. Propam Polres Kebumen memeriksa kelengkapan polisi di Mapolres Kebumen  Gaktiblin dilakukan mendadak setelah apel pagi rutin, dipimpin langsung oleh Kabag Sumda […]

  • BPBD Kebumen Kerahkan Warga dan TNI Bersihkan Sisa Longsor

    BPBD Kebumen Kerahkan Warga dan TNI Bersihkan Sisa Longsor

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2017
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net SADANG – Warga bersama TNI dan relawan BPBD Kebumen melakukan kerja bakti membersihkan sisa longsoran yang menerjang dua rumah di Desa Seboro, Kecamatan Sadang, Jumat (2/6/2017) pagi. Warga bersama TNI dan BPBD Kebumen melakukan kerja bakti membersihkan sisa longsoran di Desa Seboro, Kecamatan Sadang, Jumat (2/6/2017). Kerja bakti tersebut ditargetkan dalam satu selesai. Sehingga […]

  • Seribu Aparat Keamanan Bakal Amankan Kebumen International Expo 2023, Ini Kata Kapolres Kebumen

    Seribu Aparat Keamanan Bakal Amankan Kebumen International Expo 2023, Ini Kata Kapolres Kebumen

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

     Kebumen International Expo 2023 INIKEBUMEN.net – Polres Kebumen akan menerjunkan 1.000 personel mengamankan Kebumen International Expo (KIE) 2023.  Kebijakan ini untuk mendukung jalannya Kebumen International Expo 2023 agar berjalan lancar. Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin, mengatakan setidaknya 800 sampai 1.000 personel aparat gabungan disiapkan untuk pengamanan selama KIE berlangsung. Petugas yang akan diterjunkan merupakan aparat gabungan […]

  • Malam Pergantian Tahun 2021 di Kebumen Sepi

    Malam Pergantian Tahun 2021 di Kebumen Sepi

    • calendar_month Jumat, 1 Jan 2021
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Kapolres: Terimakasih Warga Kebumen  Bupati meninjau apel pengamanan malam tahun baru INI Kebumen, KEBUMEN – Pelaksanaan perayaan malam pergantian Tahun Baru 2021 Kabupaten Kebumen berlangsung sunyi. Warga memilih tetap berada di rumah, dan menjauhi kerumunan sesuai dengan Surat Edaran Bupati Kebumen Nomor: 443/2935/2020, tanggal 29 Desember 2020 tentang Langkah-Langkah Pencegahan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 pada […]

expand_less
Langganan Berita OK No thanks