Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Pansela » Kabar Bohong, Menyakiti Orang tak Bersalah

Kabar Bohong, Menyakiti Orang tak Bersalah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Kang Juki

Kabar Bohong, Menyakiti Orang tak Bersalah
Kang Juki

INI Kebumen – DALAM  bahasa pergaulan sehari-hari kabar bohong tentang seseorang populer dengan sebutan fitnah. 

Namun jika merujuk Al Quran, fitnah mempunyai banyak arti, seperti cobaan, ujian, memalingkan dari jalan kebenaran, siksa, syirik, kekufuran dan lain-lain. Agar lebih fokus perbuatan yang dibahas, tulisan ini memilih menggunakan kabar bohong ketimbang fitnah.

Dahsyatnya akibat dari kabar bohong pernah dirasakan oleh istri Nabi Muhammad SAW, Aisyah ra, sebagaimana dikisahkan dalam Al Quran surat An Nur ayat 11-19. 

Suatu saat ummul mukminin Aisyah ra, tertinggal dalam perjalanan malam hari bersama rombongan Rasulullah SAW. Karena usai buang hajat kalungnya terjatuh sehingga balik lagi mencari. Sementara rombongan mengira Aisyah sudah masuk ke dalam sekedup (tempat duduk berkelambu yang biasa ditempatkan di punggung unta). 

Maka sekedup itu dinaikkan ke unta. Di masa itu, berat seorang perempuan umumnya ringan. Sehingga yang mengangkat sekedup, tak terlalu merasakan bedanya, apakah ada orangnya atau tidak.

Setelah menemukan kalungnya di tempat buang hajat, Aisyah kembali ke tempat semula rombongannya beristirahat dan tidak mendapati seorangpun. 

Rombongannya sudah berangkat tanpa menyadari kalau Aisyah tertinggal. Dengan harapan rombongannya akan merasa kehilangan dan balik lagi untuk mencarinya, Aisyah duduk menunggu di tempatnya beristirahat, sampai akhirnya tertidur.

Safwan bin Muaththal Az Zakwani, yang sebelumnya beristirahat di belakang rombongan yang membawa Aisyah ra, akhirnya melihat ummul mukminin yang tertidur. 

Safwan pernah melihat Aisyah ra sebelum turun ayat kewajiban berhijab, sehigga mengenalinya. Seketika keluar dari mulut Safwan ucapan istirja (inna lillahi wa inna ilaihi rajiun), yang membuat Aisyah ra terbangun. 

Aisyah ra seketika menutup wajahnya. Tanpa berkata apa-apa lagi, Safwan merundukkan untanya, lalu Aisyah ra menaikinya. Safwan menuntun unta yang dinaiki Aisyah ra dan melanjutkan perjalanan sampai menemukan rombongannya di tengah hari.

Peristiwa ini yang kemudian dimanfaatkan tokoh munafik Abdullah bin Ubay bin Salul menghembuskan kabar bohong, seolah terjadi hubungan terlarang antara Safwan dan Aisyah ra. Yang turut membicarakan kabar bohong itu adalah Misthah bin Asasah dan Hassan bin Tsabit.

Kisah tersebut antara lain diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam hadis nomor 3.104 yang dishahihkan oleh Muhammad Nashiruddin Al Albani.

Menanggapi kabar bohong tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Hadirin semua, berilah aku saran-saran tentang orang-orang yang menuduhkan keburukan pada keluargaku (maksud beliau Aisyah), demi Allah aku tidak mengetahui suatu keburukan pun atas keluargaku, dan mereka tuduhkan keburukan kepada orang yang demi Allah aku tidak mengetahui suatu keburukan pun atasnya (maksud beliau Shafwan bin Muaththal). Ia (Shafwan) tidak masuk rumahku sama sekali melainkan aku ada dan tidaklah aku pergi dalam suatu perjalanan melainkan ia (Shfawan) pergi berasamaku.”

Sementara Aisyah ra dengan tegas mengingatkan, “Ingatlah, demi Allah bila aku katakan pada kalian bahwa aku tidak melakukannya, Allah tahu bahwa aku benar tapi itu tidak ada gunanya bagi kalian, kalian sudah bicara (macam-macam) dan hati kalian telah terasuki. Bila pun aku mengatakan aku telah melakukannya, Allah tahu bahwa aku tidak melakukannya, kalian pasti akan mengatakan bahwa ia telah mengakui perbuatannya, demi Allah tidak ada (lagi) perumpamaan antara aku dan kalian.”

Meski peristiwa itu terasa menyakitkan, namun Allah SWT menegaskan ada kebaikan di dalamnya. Sebagaimana disebutkan dalam Surat An Nur ayat 11, “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kalian juga. Janganlah kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kalian, bahkan ia baik bagi kalian. Tiap-tiap orang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu, baginya azab yang besar.”

Peristiwa kabar bohong itu menjadi penguji kualitas kecintaan dan kepercayaan umat Islam pada masa itu terhadap Rasulullah SAW, keluarga dan sahabatnya. Bagaimanapun juga Aisyah ra adalah putri Abu Bakar Ash Shiddiq ra, salah satu khulafaurrasyidin, sementara Safwan juga salah seorang kepercayaan Rasulullah SAW.

Kabar bohong seperti itu bisa terjadi di lingkungan mana saja. Karena orang munafik yang pintar berbohong, memutar-balikkan fakta karena punya maksud terselubung, ada di mana saja. Orang yang berbuat baik malah hendak dijatuhkan dengan kabar bohong dan ada saja orang yang mempercayai meski tak mempunyai bukti. 

Terlebih bila kabar bohong itu terkait dengan orang yang punya ikatan emosional. Seperti di tengah keluarga ada yang menghembuskan kabar bohong, yang kemudian dipercaya begitu saja. 

Saat ada seorang anak yang menunggui orang tuanya,  saudaranya malah ada yang menghembuskan kabar bohong kalau orang tuanya diperlakukan semena-mena. Lalu tanpa menyelidiki lebih dulu, kabar bohong itu diyakini kebenarannya.

Tidak menyadari bahwa percaya terhadap suatu kabar bohong bisa menjerumuskan kita menyakiti orang yang sebenarnya tak bersalah. Karena itu dalam Surat Al Ahzab ayat 58 Allah SWT mengingatkan, “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.”

Wallahu a’lam bish shawab.(*)

Kang Juki

Penulis adalah jamaah Masjid Agung Kauman, Kebumen.

  • person
  • visibility 1
  • forum 0
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulai Bulan Depan, Tiap Tanggal 21 ASN Kebumen Wajib Pakai Baju Kebumenan

    Mulai Bulan Depan, Tiap Tanggal 21 ASN Kebumen Wajib Pakai Baju Kebumenan

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2019
    • account_circle pansela
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Pakaian adat tersebut dilaunching setelat terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2017 tentang Pakaian Adat Khas Kabupaten Kebumen. Bupati Kebumen bersama Forkopimda mengenakan pakaian ada khas Kebumen www.inikebumen.net KEBUMEN – Pemkab Kebumen akan mewajibkan seluruh ASN untuk memakai pakaian adat khas Kebumen setiap tanggal 21 setiap bulannya. Kebijakan itu mulai diberlakukan pada September 2019 […]

  • Banyak yang Pensiun, Jumlah PNS Kebumen Terus Berkurang

    Banyak yang Pensiun, Jumlah PNS Kebumen Terus Berkurang

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2018
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Tiga pejabat struktural eselon III di lingkungan Pemkab Kebumen memasuki usia pensiun Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari 2018. Ketiganya, yakni Sekretaris Camat Karanganyar Sumaryo, Sekretaris Satpol PP Titi Widagni dan Kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Mochamad Machasin. Plt Sekda Kebumen Mahmud Fauzi, menyerahkan tali asih kepada PNS yang […]

  • Cegah Abrasi, 1.500 Geobag Disiapkan di Pantai Lengkong

    Cegah Abrasi, 1.500 Geobag Disiapkan di Pantai Lengkong

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Sudah ada kegiatan pendahuluan pembuatan tanggul. Ribuan geobag untuk tanggul penahan abrasi. INI Kebumen CILACAP – Pemkab Cilacap bersama TNI Kodim 0703/Cilacap dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak menyiapkan sekitar 1.500 geobag berisi pasir.  Ribuan geobag ini untuk mencegah abrasi di Pantai Lengkong, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara. Hal ini sekaligus upaya untuk […]

  • SIMULASI! Pendukung Paslon Nomor Urut 3 Berbuat Anarkis

    SIMULASI! Pendukung Paslon Nomor Urut 3 Berbuat Anarkis

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2020
    • account_circle pansela
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Polres Kebumen Simulasikan Pengamanan Pilkada 2020 Simulasi Pengamanan Pilkada. (Foto: Humas Polres Kebumen) INI Kebumen, KEBUMEN – Rangkaian Pilkada Kebumen 2020 memanas. Ratusan warga yang mengatasnamakan pendukung Paslon nomor urut 3 berbuat anarkis. Hal tersebut dipicu dari ketidakpuasan terhadap rekap penghitungan suara di tingkat KPU Kabupaten Kebumen. Imbasnya, kantor gedung KPU Jalan Arungbinang Kebumen diserang […]

  • Unik, GKJ Imanuel Kebumen Gelar Lomba Masak Nasi Goreng Khusus Pria Lansia

    Unik, GKJ Imanuel Kebumen Gelar Lomba Masak Nasi Goreng Khusus Pria Lansia

    • calendar_month Selasa, 31 Jul 2018
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Gereja Kristen Jawa (GKJ) Imanuel Kebumen menggelar lomba memasak nasi goreng khusus untuk pria yang sudah lanjut usia. Peserta Jambore Adiyuswo mengikuti lomba memasak nasi goreng di GKJ Imanuel Kebumen. Lomba masak nasi goreng tersebut dalam rangkaian acara Jambore Adiyuswa di gereja yang terletak di Jalan Arungbinang Kebumen, kemarin. Ketua Komisi Adiyuswo […]

  • Petualangan Suzuki GSX-S150 di Pesisir Pantai Selatan Malang

    Petualangan Suzuki GSX-S150 di Pesisir Pantai Selatan Malang

    • calendar_month Selasa, 14 Nov 2017
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net MALANG – Sukses membangun citra sebagai sahabat berpetualang, Suzuki GSX-S150 kembali diandalkan untuk mencari destinasi wisata yang menarik dan belum ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Sejumlah raiders menikmati keindahan pantai selatan Malang. Selama lima hari perjalanan, 8-12 November 2017, lima riders Suzuki GSX-S150 yang terdiri dari dua orang anggota klub dan tiga orang […]

expand_less
Langganan Berita OK No thanks