Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Pansela » Mendidik Orang Tua (Bagian I)

Mendidik Orang Tua (Bagian I)

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jika si anak menanyakan alasan larangannya, jawaban orang tua bisa asal-asalan. Padahal penjelasan yang masuk akal pun suatu saat bisa mendapatkan bantahan.

Mendidik Orang Tua (Bagian I)
Kang Juki

www.inikebumen.net DALAM Al Quran surat Ar Rum ayat 54, Allah SWT menyebutkan tiga fase kehidupan manusia di dunia,  “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

Tiga fase kehidupan manusia tersebut, yakni: keadaan lemah saat masih anak-anak, keadaan kuat ketika sudah dewasa dan lemah kembali setelah menjadi tua.

Dalam psikologi komunikasi, tiga fase kehidupan manusia ini sudah dikenal dengan adanya tiga posisi seseorang dalam berkomunikasi, yakni  child (anak-anak),  adult (dewasa) dan  parent (orang tua).

Tiga posisi dalam berkomunikasi ini dipopulerkan seorang psikiater kelahiran Canada, Eric Berne (1910-1970) melalui teori analisis transaksional dalam bukunya Games People Play (1964).

Dunia kerja juga mengakui adanya tiga fase kehidupan manusia terkait produktivitasnya. Ada usia pra produktif, produktif dan pasca produktif. Mereka yang sudah memasuki usia pasca produktif akan dipensiunkan dari tempatnya bekerja.

Namun dalam ilmu pendidikan baru dikenal dua teori, yakni paedagogi (pendidikan anak) dan andragogi (pendidikan orang dewasa). Wajar bila membicarakan pendidikan, maka obyeknya adalah anak, orang yang masih berusia muda. Belum ada yang menganggap bahwa orang tua juga tetap perlu mendapat pendidikan.

Hal ini mungkin tidak lepas dari kekeliruan dalam praktek pendidikan anak yang masih sering diwujudkan dengan perintah dan larangan. Agar perintah ditaati dan larangan tidak dilanggar, ada kalanya diperkuat dengan melakukan kebohongan dan/atau kekerasan.

Walau dalam bentuk melakukan tindakan yang tak sesuai keinginan anak sebagai sebuah hukuman. Seperti disuruh menyapu halaman di siang yang terik, saat melanggar larangan atau tidak mengerjakan perintah. Jarang diberikan penjelasan yang membuat anak terbuka wawasannya. Praktek pendidikan anak seperti ini bisa ditemukan, baik oleh orang tuanya sendiri, guru di sekolah maupun di lingkungan kerabatnya.

Sekadar contoh, orang tua perokok apa yang akan dilakukannya ketika melihat anaknya yang masih SD ikut-ikutan merokok? Mereka umumnya pasti akan mengatakan, “Anak kecil tidak boleh merokok!”

Jika si anak menanyakan alasan larangannya, jawaban orang tua bisa asal-asalan. Padahal penjelasan yang masuk akal pun suatu saat bisa mendapatkan bantahan.

Misalnya orang tua berdalih anak belum bisa mencari uang sendiri jadi tidak boleh merokok. Anak di mana saja suka memperhatikan orang tuanya ketika sedang berhubungan dengan orang lain.

Jika secara kebetulan si anak melihat orang tua mengobrol dengan mitra kerjanya, lalu terdengar kalimat, “Ini sekadar uang rokok, Pak.” Pasti akan membuat anak yang cerdas kebingungan. Uang untuk beli rokok bapak ternyata diberi orang lain, bukan hasil kerja. Mengapa bapak tidak mau memberi uang rokok buatku?

Demikian juga orang tua yang suka begadang. Bagaimana dia akan menegur anaknya yang keluyuran sampai tengah malam? Apalagi jika orang tua hendak melarang atau memerintah anak yang usianya masih balita. Nuansa kebohongan dan kekerasan acapkali muncul.

Dengan praktek mendidik anak seperti itu, jelas tidak mungkin gagasan mendidik orang tua akan diterima. Baik orang tua dalam arti orang yang sudah berusia tua atau orang tua kandung sendiri. “Masa orang tua mau dibohongi atau dibentak-bentak,” respon spontan sebagian orang bisa jadi begitu.

Lalu untuk memperkuat alasan akan disampaikan firman Allah SWT tentang kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua  (biirul walidain) dan larangan membentaknya, sebagaimana disebutkan dalam Al Quran surat Al Isra ayat 23, yang artinya,

 “Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘uff’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Gagasan mendidik orang tua mungkin juga akan dibantah dengan dalih orang tua lebih berpengalaman, bagaimana mau dididik orang yang lebih muda? Argumentasi sederhananya, orang tua sudah pernah muda, tapi anak muda belum pernah menjadi tua. Benarkah hal itu bisa memastikan orang tua lebih berpengalaman daripada anak muda?  (Bersambung)

Kang Juki 
Penulis adalah jamaah Masjid Agung Kauman, Kebumen.

  • person
  • visibility 2
  • forum 0
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dicatut Namanya Dalam PPDB, Gus Yasin Minta Masyarakat Jujur

    Dicatut Namanya Dalam PPDB, Gus Yasin Minta Masyarakat Jujur

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2020
    • account_circle pansela
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Nama Gus Yasin dicatut pihak tak bertanggung jawab saat pelaksanaan PPDB SMA/SMK Negeri di Kabupaten Kudus. Tujuannya yakni untuk meloloskan siswa titipan. Wagub Jateng Taj Yasin, melakukan selfie dengan peserta Solusi Jitu Sukses UTBK 2020 INI Kebumen, SEMARANG – Baru-baru ini nama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dicatut oleh pihak yang tidak bertanggungjawab dalam proses […]

  • 37 Pelajar Diamankan ke Polsek Sruweng saat Akan Melakukan Tawuran

    37 Pelajar Diamankan ke Polsek Sruweng saat Akan Melakukan Tawuran

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2023
    • account_circle pansela
    • visibility 3
    • 0Komentar

    37 Pelajar Diamankan ke Polsek Sruweng saat Akan Melakukan Tawuran KEBUMEN – Aksi tawuran antar pelajar berhasil dibubarkan. Sebanyak 37 pelajar setingkat SMA diamankan Polsek Sruweng saat akan melakukan tawuran di Desa Purwodeso, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto, kejadian tersebut sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa 9 […]

  • Jadwal Bioskop Purworejo Hari Ini Selasa 17 Oktober 2023: Petualangan Sherina 2 hingga Janin Iblis Neraka

    Jadwal Bioskop Purworejo Hari Ini Selasa 17 Oktober 2023: Petualangan Sherina 2 hingga Janin Iblis Neraka

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

     Jadwal bioskop Purworejo hari ini (Instagram @nsc8purworejo) INIKEBUMEN.net – Bioskop NSC Ultima Purworejo, Jawa Tengah, menayangkan sejumlah film pilihan hari ini, Selasa, 17 Oktober 2023. Bioskop NSC Ultima Purworejo hari ini menayangkan sejumlah film pilihan. Yaitu Petualangan Sherina 2, Janin Iblis Neraka, Di Ambang Kematian. Lalu ada film Kisah Tanah Jawa Pocong Gundul, Bangku Kosong […]

  • Demi RSUD dr Soedirman, Ngadino Mundur dari Dewan Pengawas PDAM Tirta Bumi Sentosa

    Demi RSUD dr Soedirman, Ngadino Mundur dari Dewan Pengawas PDAM Tirta Bumi Sentosa

    • calendar_month Selasa, 15 Agt 2017
    • account_circle pansela
    • visibility 4
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Sebelum diangkat menjadi Ketua Dewan Pengawas RSUD dr Soedirman Kebumen, Ngadino juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas PDAM Tirta Bumi Sentosa Kebumen. Ngadino saat mengikuti aksi menolak naiknya harga solar bersama awak angkutan Kebumen, beberapa tahun silam Namun, karena ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pengawas di RSUD dr Soedirman Kebumen oleh Bupati Kebumen […]

  • Kunjungi Wilayah Terpencil, Bupati Sukoharjo Salurkan Bantuan Sosial dari Baznas

    Kunjungi Wilayah Terpencil, Bupati Sukoharjo Salurkan Bantuan Sosial dari Baznas

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2021
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Saat ini, di Dukuh Kerjo terdapat 13 rumah dan 20 kepala keluarga (KK) dengan warga sekitar 50 jiwa. Bupati Sukoharjo menyalurkan bantuan sosial dari Baznas. INI KEBUMEN – Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Ketua DPRD Wawan Prubadi, dan Wakil Bupati Agus Santosa melakukan kunjungan ke wilayah terpencil di Dukuh Kerjo, Desa Kedungsono, Kecamatan Bulu, Sukoharjo,  […]

  • Penyekatan Jalan Bakal Diperlebar Sampai Gombong

    Penyekatan Jalan Bakal Diperlebar Sampai Gombong

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle pansela
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Mulai hari ini, seluruh akses jalan menuju Kota Kebumen akan ditutup dari pagi hari hingga dini hari. Bupati Kebumen dan Kapolres Kebumen saat meninjau penyekatan jalan INI Kebumen, KEBUMEN – Penyekatan jalan untuk menekan penularan Covid-19 di Kabupaten Kebumen akan diperlebar sampai Gombong.  Nantinya jalan nasional yang melewati Gombong akan dialihkan ke jalan nasional wilayah […]

expand_less
Langganan Berita OK No thanks