Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Pansela » Kebumen dalam “De Java Oorlog”

Kebumen dalam “De Java Oorlog”

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Teguh Hindarto

Wilayah Kebumen di era Perang Jawa masuk Karesidenan Bagelen, sebelum kemudian tahun 1901 menjadi wilayah Karesidenan Kedu

Kebumen dalam “De Java Orloog”
Buku Babad Diponegoro

www.inikebumen.net ADA beberapa hal menarik saat membaca buku De Java Oorlog van 1825-1830 karya E.S. Klerk (1905). Buku ini  bukan hanya berisikan deskripsi detail bertemunya dua kekuatan besar yaitu kekuatan Diponegoro dan pasukan Belanda yang bertempur dalam Perang Jawa yang mematikan yang ditulis hampir 900-an halaman. Setidaknya, ada dua hal menarik yang penulis ingin sampaikan dari sekian banyak hal menarik lainnya untuk disajikan dalam tulisan.

Pertama, wilayah Kebumen di era Perang Jawa masuk Karesidenan Bagelen sebelum kemudian tahun 1901 menjadi wilayah Karesidenan Kedu. Sejumlah wilayah Bagelen Barat yang disebutkan dalam buku De Java Oorlog al., Pandjer, Koetowinangun, Karang Bolong, Oeroet Sewoe, Seruni, Kemit, Petanahan, Grogol, Bocor, Roma, Oengaran (Ngaran), Koetawinangoen, Wonosari dll., memberikan sebuah gambaran perihal konteks sosial politik yang pernah berkecamuk di wilayah yang sekarang ini disebut Kebumen.

Ambil contoh dua tiga nama yaitu Panjer, Petanahan, Kemit. Ini adalah salah satu wilayah dari sekian wilayah yang menjadi medan pertempuran sengit sampai-sampai Belanda membangun sebuah benteng pertahanan di wilayah-wilayah tersebut seperti dikatakan:

“In afwachting, dat de Majoor Michiels hem zijn nadere plannen zoude mededeelen, besloot Busehkens te Pandjer te blijven en inmiddels de streek tusschen Kemit, Pandjer-Keboemen en Petanahan van muitelingen zuiver te houden. Hij deed daartoe te Pandjer een kleine benteng oprichten en zoowel daar als te Këmit een Javaansche barisan formeeren”

“Evenals te Pandjër verrees ook te Petanahan, waar Colson met een deel der colonne verblijf hield, een versterking. Beide bentengs waren omstreeks half Juli voltooid en hadden te zamen f 635 gekost; voor die te Këmit, welke reeds een maand eerder was gereedgekomen, was een som van f 335  ten laste van den oorlog in uitgaaf gesteld” (1905:274)

Terjemahan bebas:
“Sembari menunggu Mayor Michiels memberitahukan kepadanya tentang rencananya lebih lanjut, Buschkens memutuskan untuk tinggal di Pandjer dan menjaga wilayah antara Kemit, Pandjer-Keboemen, dan Petanahan bersih dari pemberontakan. Untuk tujuan ini, ia membuat benteng kecil yang didirikan di Pandjer dan barisan Jawa dibentuk di sana dan juga di Kemit.

“Sama seperti di Pandjer, sebuah bala bantuan juga muncul di Petanahan, tempat Colson tinggal bersama bagian kolonenya. Kedua benteng selesai sekitar pertengahan Juli dan bersama-sama menelan biaya sebesar 635 florin; sementara untuk yang di Kemit, yang sudah selesai sebulan sebelumnya, bernilai 335 florin dibebankan pada perang”

Kebumen dalam “De Java Orloog”
Cover buku buku De Java Oorlog

Omong-omong soal benteng, jangan membayangkan benteng besar nan kokoh terbuat dari batu bata, melainkan sebuah benteng yang bisa segera dibongkar pasang. Inilah yang disebut “benteng stelsel”.

Benteng stelsel menjadi sistem berperang (stelsel van oorlogen) yang baru yang diinisiasi Jendral De Cock tahun 1827 dengan melibatkan Letkol F.D. Cochius sebagai pembangun benteng. Benteng yang dibangun Cochius bersifat temporal dan tidak permanen sehingga siap dibongkar sesuai kebutuhan (Teguh Hindarto, “Dari Fort Cochius Hingga Fort Van Der Wijk” – https://www.qureta.com/post/dari-fort-cochius-hingga-fort-van-der-wijk)

Benteng yang dibuat berbentuk persegi dan di sekelilingnya diperkuat dengan pagar batang pohon kelapa setinggi  7-8 kaki (1,70 m). Di sudut yang dipilih dibangun landasan untuk dua pucuk meriam. Daya tampung benteng ini sekitar 20-30 orang prajurit. Strategi benteng ini bersifat ofensif dan defensif sekaligus. “Secara ringkas, konsepsi Stelsel Benteng adalah penguasaan teritorial atau penaklukan total”, demikian tulis Saleh As’ad Djamhari (Strategi Menjinakan Diponegoro: Stelsel Benteng 1827-1830, 2014:67-70).

Demikianlah sekilas gambaran mengenai sejumlah wilayah yang sekarang menjadi bagian Kabupaten Kebumen yang pernah menjadi medan pertempuran di saat Perang Jawa berkecamuk.

Dengan demikian, Kebumen bukan “Kota Tanpa Masa Lalu” (meminjam judul kumpulan essay Albert Camus). Di setiap nama kecamatan, desa, areal pekuburan, perbukitan, kawasan pantai, bangunan kuno yang tersisa menyimpan sejumlah kisah yang menarik yang pernah terjadi di era Perang Jawa (1825-1830).

Kedua, buku sejarah peperangan yang menuliskan secara detail kecamuk pertempuran di wilayah Jawa (Jawa Timur dan Jawa Tengah) ini bukan hanya memberikan sejumlah informasi penting terkait etnografi masa lalu namun perspektif yang digunakan selaku kolonialis menempatkan Diponegoro dan para pendukungnya dengan sejumlah istilah seperti, “een bende muitelingen” (sekelompok pemberontak, hal. 273) dan “de vijand” (musuh, hal. 275). Bahkan “brandals” (hal. 689).

Sebutan “muitelingen” (pemberontak) yang dilekatkan kepada para pengikut Diponegoro dalam kita baca dalam penggalan Officeel Gedeelte (Berita Resmi) yang dikeluarkan oleh Let. Gubernur Jendral De Cock dan dimuat koran Javasche Courant, 18 Juli 1828 perihal deskripsi pertempuran melawan pasukan Diponegoro di Panjer Kebumen. Berikut petikannya:

“In eene driedaagsche expeditie , welke de kommandant der 8ste mobiele colonne ten zuid-oosten zijner stelling te Panjer Keboemen volbragt heeft, tegelijk met de Romosche barissan te Komiet en het detachement onder den majoor Calson te Petanchan, zijn die weinige muitelingen, welke men ontmoet heeft, verwijderd of verstroid geworden”

Terjemahan bebas:
“Dalam ekspedisi tiga hari, yang dilakukan komandan kolone ke-8 yang berposisi di wilayah Tenggara Panjer Keboemen, bersama dengan barisan Roma di Komiet (Kemit) dan detasemen di bawah Mayor Calson di Petanchan (Petanahan), beberapa pemberontak yang telah ditemui, berhasil dihapus atau dibekukan (ditumpas)”

Kebumen dalam “De Java Orloog”
koran Javasche Courant, 18 Juli 1828

Istilah yang sama tentu akan dilekatkan pada tentara Belanda dalam Babad Diponegoro. Dalam Babad Diponegoro, kurang lebih 96 kali kata “kafir” dilekatkan pada tentara Belanda sebagaimana dikatakan:

“Budhal saking sela Mirah/Sampun prapta ing sawetning Pragi/Mesanggrahan senjati/Mangsah nulya prapta/Kapir lan murtad apan langkung kathahipun/Dhateng ira mara tiga/Nanging datan den tangledi” (Dra. Ambaristi dan Lasman Marduwiyota, Babad Dipanegara, ing Nagari Ngayogyakarta Adiningrat, 1983:325)

Oleh karenanya sangat menarik membaca peristiwa Perang Jawa dari kedua perspektif baik perspektif Diponegoro dalam “Babad Diponegoro” maupun perspektif kolonial dalam “Java Orloog”. Kita dapat membaca dua perspektif tersebut dalam buku-buku yang ditulis oleh Peter Carey seorang sejarawan Inggris dalam bukunya “Kuasa Ramalan” dan “Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro” serta buku karya Saleh As’ad Djamhari “Strategi Menjinakan Diponegoro: Stelsel Benteng 1827-1830”.

Bagaimanapun, sejarah bukan hanya sebuah peristiwa yang pernah terjadi dan terdokumentasi melainkan sebuah peristiwa yang melibatkan sejumlah perspektif (sudut pandang) sehingga membaca dari banyak sudut pandang membuat kita melihat sejarah secara luas dan utuh.

Kiranya artikel pendek ini bisa menjadi semacam introduksi (pengantar) untuk memahami konteks sosio historis Kebumen di era kolonial. Bukan hanya berkaitan dengan heroisme dan kepahlawanan yang dihubungkan dengan senjata dan perlawanan.

Sebaliknya melacak kehidupan sosial ekonomi dan sosial budaya serta sosial politik masyarakat Kebumen sehingga mendapatkan gambaran yang utuh dan berguna untuk membaca situasi masa kini dan merencanakan masa depan sebuah kota.(*)

Teguh Hindarto
Peminat Kajian Sosial, Sejarah, Budaya

  • person
  • visibility 2
  • forum 0
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sukamto Lolos Uji Gagasan Lelang Jabatan Eselon II

    Sukamto Lolos Uji Gagasan Lelang Jabatan Eselon II

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2017
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Kepala Bagian Humas Setda Kebumen, Sukamto, lolos pada uji gagasan lelang jabatan pimpinan tinggi pratama Pemkab Kebumen. Mantan Camat Sadang itu pun menjadi salah satu kandidat calon Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Selain Sukamto, terdapat tiga orang juga lolos uji gagasan untuk calon Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Yaitu Cokroaminoto (Sekretaris Diskominfo), […]

  • Hore! Iuran SPP SMA dan SMK Negeri di Kebumen Turun 50 Persen

    Hore! Iuran SPP SMA dan SMK Negeri di Kebumen Turun 50 Persen

    • calendar_month Rabu, 21 Mar 2018
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Kabar gembira bagi orangtua yang menyekolahkan anaknya di SMA atau SMK Negeri di Kebumen. Pasalnya, mulai tahun ini Biaya Operasional (BOP) atau dulu dikenal SPP turun hingga 50 persen. Siswa SMA Negeri 1 Kebumen, serius mengerjakan soal pada ulangan yang di sekolah setempat, Selasa 21 Maret 2018. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah […]

  • Road To Celebes 2018, From Zero Manado North Sulawesi to Zero Makassar South Sulawesi

    Road To Celebes 2018, From Zero Manado North Sulawesi to Zero Makassar South Sulawesi

    • calendar_month Rabu, 24 Jan 2018
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net MANADO – Street Owners GSX 150 (SOG) sedang melakukan perjalanan touring lintas provinsi dengan jarak menakjubkan dengan nama kegiatan Touring Road To Celebes 2018. Komunitas yang diisi oleh para pemilik Suzuki GSX-S150 tersebut mengajak motor andalannya untuk menjelajah jalur Trans Sulawesi dari utara hingga selatan selama beberapa hari. Rombongan Touring Road Celebes 2018 dilepas […]

  • Daftar Film yang Tayang di Bioskop Kebumen Hari Ini Jumat 18 Agustus 2023: Horor, Drama hingga Komedi

    Daftar Film yang Tayang di Bioskop Kebumen Hari Ini Jumat 18 Agustus 2023: Horor, Drama hingga Komedi

    • calendar_month Jumat, 18 Agt 2023
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

     Jadwal Bioskop Kebumen hari ini. INIKEBUMEN.net – Berikut daftar film baru tayang di Bioskop Platinum Cineplex Kebumen hari ini, Jumat, 18 Agustus 2023. Empat film tayang perdana di Bioskop Platinum Cineplex Kebumen, yaitu Catatan Si Boy, Lantai 4, Blue Beetle, The Moon. Jadwal Bioskop Platinum Cineplex Kebumen ini lengkap dengan harga tiket masuk (HTM) di […]

  • Jadwal Bioskop Kebumen Hari Ini Jumat 26 Mei 2023: Little Mermaid, Hati Suhita, Fast X dan Kajiman

    Jadwal Bioskop Kebumen Hari Ini Jumat 26 Mei 2023: Little Mermaid, Hati Suhita, Fast X dan Kajiman

    • calendar_month Jumat, 26 Mei 2023
    • account_circle pansela
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Film Little Mermaid tayang di Bioskop Kebumen hari ini. KEBUMEN – Berikut jadwal film yang sedang tayang di bioskop Kebumen hari ini, Jumat, 26 Mei 2023. Ada empat film tayang di Bioskop Platinum Cineplex Kebumen hari ini, dua di anataranya merupakan film baru. Empat film tersebut yaitu, Little Mermaid, Hati Suhita, Fast X dan Kajiman. […]

  • Berani Main Petasan di Kebumen, Siap-siap Ditangkap Polisi

    Berani Main Petasan di Kebumen, Siap-siap Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 26 Des 2017
    • account_circle pansela
    • visibility 1
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Polres Kebumen melarang masyarakat bermain petasan pada malam Tahun Baru 2018. Polres Kebumen tak main-main dengan larangan tersebut, jika ada masyarakat yang kedapatan menyalakan, menyimpan dan memperdagangkan petasan akan langsung ditangkap. Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, bersama tersangka penjual obat mercon. Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar, mengatakan dampak yang merugikan akibat petasan […]

expand_less
Langganan Berita OK No thanks