Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Pansela » Ketika Puisinya jadi Saintifik, Teguh Hindarto pun Dijuluki Penyair Ilmiah

Ketika Puisinya jadi Saintifik, Teguh Hindarto pun Dijuluki Penyair Ilmiah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

www.inikebumen.net GOMBONG – Sebagai seorang peneliti sosial, Teguh Hindarto terbiasa berpikir dengan sistematis dan menuangkannya dalam tulisan-tulisan ilmiah yang mengedepankan data dan obyektivitas, menghindari subyektivitas. Menjadi menarik ketika seorang ilmuwan semacam itu menulis karya sastra, dalam hal ini puisi.

Ketika Puisinya jadi Saintifik, Teguh Hindarto pun Dijuluki Penyair Ilmiah
Setelah karya-karyanya dipentaskan pada acara bertajuk “Realitas dan
Imajinasi yang Teguh” digelar di Roemah Martha Tilaar (RMT) Gombong,
Teguh Hindarto, mendapat julukan penyair ilmiah. (foto: Facebook Teguh
Hindarto)

Apakah puisinya kemudian menjadi saintifik dan mengabaikan ‘rasa’  yang konon cenderung subyektif? Itulah salah satu hal yang coba diungkap dalam apresiasi puisi karya Teguh Hindarto yang digelar oleh Komunitas Lingkar Sastra Gombong (Lisong) dan Komunitas Sastra SMA Negeri 1 Gombong di Roemah Martha Tilaar, Sabtu 17 November 2018.

Dalam acara itu, setidaknya ada 15 puisi Teguh yang dibawakan secara bergantian oleh para pegiat sastra. Kebanyakan puisinya memang terasa ‘berat’ dan banyak menggunakan kalimat-kalimat panjang. Tak heran salah satu pegiat sastra, Untung Karnanto, menjulukinya Penyair Ilmiah.

Namun kali ini ruang bagi interpretasi oleh para pembawanya dibuka luas. Ini misalkan muncul ketika puisi ‘pengundang hujan’ yang berjudul “Mantra Tirta Tiba” dibawakan sebagai sebuah lagu oleh Tetuko Wahyu Sayekti. Roh yang keluar dari puisi itu menjadi terasa sangat kuat justru ketika diolah lewat musikalisasi puisi oleh Tetuko.

Teguh Hindarto sendiri mengakui bahwa dia cukup terkejut namun sangat mengapresiasi cara Lisong membedah dan mengolah karya-karyanya. Puisi-puisi yang ditulisnya ternyata memiliki wujud yang lebih kaya setelah dibawakan di atas panggung.

“Saya bahkan pangling dengan karya-karya saya sendiri setelah dibawakan dengan begitu apik oleh para sastrawan ini,” aku pemilik blog sejarah history and legacy ini.

Salah satu pegiat sastra dari Banyumas yang hadir, Hadi Suroso, mengungkapkan bahwa puisi-puisi Teguh Hindarto sangat jeli menangkap berbagai fenomena sosial dalam masyarakat.

“Memang kebanyakan puisi Pak Teguh bermuara pada soal moral dan budi pekerti. Ini tidak bisa dihindari karena sebagai seorang pendeta pasti beliau setiap hari bergelut dengan masalah etika dan moral,” ujar penyair yang karyanya sudah meraih berbagai penghargaan ini.

BACA JUGA:
Lisong Gelar Apresiasi Puisi Karya Teguh Hindarto di RMT Gombong

Patut dicatat keberhasilan Koordinator Lisong, Sabur Herdian Raamin, memadukan pegiat sastra lintas usia. Para penyair senior seperti Agus Mursalin, Untung Karnanto, Carolin Atin Soel, Anom Triwahyudi, Haryadi dan Trimo Raharjo berbagi panggung dengan Disela, GhadisTiranita, Nanda Lintang Putri danteman-temannya, remaja belasan tahun yang sedang belajar mencintai sastra.

Ketika Puisinya jadi Saintifik, Teguh Hindarto pun Dijuluki Penyair Ilmiah
Penyair Ilmiah yang disematkan pada Teguh Hindarto (foto: Facebook Teguh Hindarto)

Kesempatan seperti ini kiranya akan memperluas cakrawala sastra para remaja ini yang pada gilirannya akan meningkatkan apresiasi masyarakat luas pada karya sastra.

Sabur menambahkan bahwa pagelaran ini merupakan helatan rutin yang diselenggarakan oleh Lisong. Untuk Desember 2018 mendatang direncanakan akan diadakan peluncuran buku kumpulan puisi karya empat penulis muda.

“Kami mencoba membuat agenda reguler bulanan. Setidaknya sampai Januari kami sudahmenyusun agenda kegiatan,” ujarnya.

“Saya berharap konsistensi Lisong bisa ikut berperan dalam mengembangkan dunia sastra di Kebumen, apalagi saat ini rangkaian kegiatan yang kami adakan sudah menjadi perhatian para pegiat sastra di kota-kota lain,” sambungnya.(*)

  • person
  • visibility 4
  • forum 0
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Balap Liar di JJLS, Enam Remaja Diamankan Polisi

    Balap Liar di JJLS, Enam Remaja Diamankan Polisi

    • calendar_month Minggu, 17 Jan 2021
    • account_circle pansela
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Arena Balap Liar Kalang Kabut Dibubarkan Polisi, Uang Jajan Jadi Taruhan Barang bukti yang diamankan dari arena balap liar. INI Kebumen, KEBUMEN – Meresahkan warga, aksi balap liar di Jalan Jalur Lingkar Selatan (JJLS) dibubarkan polisi.  Peristiwa di Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong  terjadi pada Sabtu, 16 Januari 2021. Suasana balap liar yang tadinya menegangkan, berubah […]

  • Resmi Jabat Ketum PJSI, Wabup Kebumen: Atlet Judo Tidak Boleh Petantang-petenteng

    Resmi Jabat Ketum PJSI, Wabup Kebumen: Atlet Judo Tidak Boleh Petantang-petenteng

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2019
    • account_circle pansela
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Secara bahasa Judo terdiri dari kata Ju yang berarti lembut atau halus dan Do yang berarti cara atau jalan, jadi secara harfiyah Judo berarti cara yang lembut atau halus. Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto resmi menjabat Ketua Umum PJSI Kabupaten Kebumen periode 2019-2023. www.inikebumen.net KEBUMEN – Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dikukuh sebagai Ketua Umum […]

  • Dipercaya Pimpin Dindukcapil, Suparmin Diingatkan Jangan Sampai Ada Kewarganegaraan Ganda

    Dipercaya Pimpin Dindukcapil, Suparmin Diingatkan Jangan Sampai Ada Kewarganegaraan Ganda

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2021
    • account_circle pansela
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Setelah dilantik menjadi Kepala Dindukcapil, Suparmin juga masih dipercaya untuk menjabat sebagai Plt BKD hingga pelaksanaan lelang jabatan selesai. Bupati Rembang melantik Suparmin jadi Kepala Dindukcapil. INI Kebumen REMBANG – Bupati Rembang, Abdul Hafidz, melantik Suparmin sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang.  Pelantikan tersebut berlangsung di Kantor Bupati Rembang, Kamis, 2 […]

  • Produk UMKM Kebumen Di Dorong Rambah Pasar Eropa

    Produk UMKM Kebumen Di Dorong Rambah Pasar Eropa

    • calendar_month Selasa, 13 Mar 2018
    • account_circle pansela
    • visibility 3
    • 0Komentar

    www.inikebumen.net KEBUMEN – Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, menerima kunjungan pimpinan CV Mutigo Belgia di Indonesia, Selasa 12 Maret 2018. Rombongan dipimpin langsung oleh CEO CV Mutigo Belgia, Fatmi Woro Dwi Martadi, yang membawa lima rekannya. Perwakilan CV Mutigo Belgia melihat-lihat produk UMKM Kebumen Kunjungan yang diterima di Ruang Rapat Setda ini dalam rangka mendorong […]

  • Jadwal SIM Keliling Kebumen Lengkap Pekan Ini: Cek Persyaratan dan Tarif Resminya

    Jadwal SIM Keliling Kebumen Lengkap Pekan Ini: Cek Persyaratan dan Tarif Resminya

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle pansela
    • visibility 3
    • 0Komentar

     Jadwal SIM Keliling di Kebumen. INIKEBUMEN.net – Berikut jadwal pelayanan SIM Keliling lengkap di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pekan ini. Pelayanan SIM Keliling ini untuk melayani masyarakat yang akan mengurus perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM). Namun pelayanan SIM Keliling di Kebumen ini hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C. Untuk SIM lainnya dan penerbitan […]

  • Innalillahi, Warga Prembun ini Meninggal Dunia Saat Sumbang Lagu di Tasyakuran Kades Kedungdowo

    Innalillahi, Warga Prembun ini Meninggal Dunia Saat Sumbang Lagu di Tasyakuran Kades Kedungdowo

    • calendar_month Minggu, 28 Jul 2019
    • account_circle pansela
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Korban sempat dilarikan ke UGD Klinik Pratama Centra Medika Desa Mulyosri Kecamatan Prembun. Namun, setelah diperiksa oleh tim medis, dinyatakan telah meninggal dunia. Petugas menunjukkan TKP meninggalnya Darmuji (Foto: Humas Polres Kebumen) www.inikebumen.net PONCOWARNO – Darmuji (67), warga Desa Pesuningan Kecamatan Prembun, meninggal dunia saat menyumbangkan lagu pada acara tasyakuran atas dilantiknya Kepala Desa Kedungdowo […]

expand_less
Langganan Berita OK No thanks