169.756 UMKM Kebumen Bidik Pasar Digital, Potongan Platform Jadi Tantangan
- Ekonomi Bisnis
- calendar_month 2 menit yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KEBUMEN, Pansela.co – Digitalisasi membuka peluang bagi 169.756 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kebumen untuk memperluas pasar. Namun, kemampuan memasarkan produk melalui media sosial dan platform perdagangan elektronik belum otomatis menjamin peningkatan pendapatan.
Pelaku usaha masih menghadapi persoalan biaya layanan platform, pengelolaan bisnis, hingga kemampuan mengubah jangkauan digital menjadi transaksi yang menguntungkan.
Persoalan itu mengemuka dalam kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, ke Desa Adiluhur, Kecamatan Adimulyo, Kebumen, Minggu (1/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar lima program pengembangan kapasitas ekonomi kreatif yang melibatkan sekitar 50 peserta dalam pelatihan bisnis digital, pemasaran afiliasi, dan pemasaran digital.
Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah menyoroti besarnya potongan yang dikenakan platform digital terhadap transaksi penjualan. Menurutnya, biaya tersebut dapat mengurangi pendapatan pelaku usaha yang selama ini mengandalkan pemasaran melalui platform digital.
Ia menyebut potongan dari sejumlah platform digital dapat mencapai 20 hingga 30 persen. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan bagi pelaku usaha yang harus memperhitungkan biaya promosi, komisi, dan operasional ketika menentukan harga jual produk.
“Apa yang diidam-idamkan dan dikerjakan hari ini tentu menjadi daya ungkit. Kami berharap Kementerian Ekraf bisa menjadi penyambung lidah pemerintah daerah dalam menyejahterakan saudara-saudara kami yang sudah seharian bekerja di depan kamera memasarkan produk lokal,” kata Zaeni saat mendampingi kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif di Desa Adiluhur.
Persoalan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan membuat konten dan menjual produk secara daring perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai struktur biaya, strategi penetapan harga, serta perhitungan keuntungan. Tanpa pengelolaan yang tepat, peningkatan penjualan belum tentu sejalan dengan kenaikan laba usaha.
Kementerian Ekonomi Kreatif Hadirkan Lima Program
Di Desa Adiluhur, Kementerian Ekonomi Kreatif menghadirkan lima program yang mencakup pengembangan konten digital, talenta penyiaran, jasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK), literasi bisnis, serta seni pertunjukan.
Workshop Konten Digital yang berlangsung di Taman Reptil Adiluhur membekali peserta dengan keterampilan produksi konten untuk mempromosikan potensi desa dan produk lokal. Sementara itu, program Xcelerator di Taman Reptil 2 Adiluhur mengembangkan kemampuan komunikasi, public speaking, storytelling, dan produksi konten lintas platform.
Direktorat Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi juga menghadirkan program SIAP (Sinergi, Inkubasi, Akselerasi, dan Penguatan) Talenta Jasa TIK di Koperasi Desa Merah Putih Adiluhur. Materinya menekankan pembangunan citra profesional melalui pendekatan Tampilan, Tutur, dan Tindakan.
Adapun literasi bisnis di Omah Budaya membahas manajemen usaha, strategi bisnis, akses pendanaan, pembiayaan, serta pengelolaan keuangan. Program lainnya, Workshop Harmoni Seni Pertunjukan, berlangsung di Balai Desa Adiluhur dengan fokus pada peningkatan keterampilan seni, manajemen, dan pengembangan bisnis kreatif.
- person
- visibility 11
- forum 0
- Penulis: Giyono Padmo
- Editor: Hanny Garnet

Saat ini belum ada komentar