Stunting Masih 14 Persen, Pemkab Purworejo Perkuat Peran Kader Posyandu
- Daerah
- calendar_month 1 menit yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PURWOREJO, Pansela.co – Pemerintah Kabupaten Purworejo memperkuat kapasitas kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dan menekan angka stunting. Upaya ini dilakukan melalui kegiatan Penguatan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Kegiatan yang diikuti 155 kader dari Kecamatan Kemiri dan Gebang ini berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Bedono Karangduwur, Kamis (29/10/2026). Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi membuka kegiatan tersebut.
Pada kesempatan itu, Dion Agasi menekankan pentingnya peran kader Posyandu dalam mendukung pelayanan dasar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak.
Dion mengapresiasi para kader yang selama ini menjalankan pelayanan di tengah masyarakat. Menurut dia, tugas kader membutuhkan komitmen dan pengabdian karena mereka berhadapan langsung dengan berbagai persoalan kesehatan di tingkat keluarga dan lingkungan.
“Saya memahami bahwa tugas Posyandu ini bukan tugas yang mudah, bukan tugas yang sederhana. Namun, di balik tugas yang berat itu, juga menjadi tugas yang mulia,” kata Dion.
Ia mendorong pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung kegiatan Posyandu. Dukungan tersebut dinilai penting agar kader dapat menjalankan tugas secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kader Posyandu Berperan dalam Pencegahan Stunting
Dalam kesempatan itu, Dion juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan di Kabupaten Purworejo. Ia menyebutkan, sekitar 14 persen anak di daerah tersebut mengalami stunting. Artinya, dari setiap 1.000 anak, sekitar 140 anak mengalami kondisi tersebut.
Menurut Dion, stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dipengaruhi pola asuh, kebiasaan keluarga, pernikahan usia dini, dan faktor genetik.
Ia menjelaskan, pemenuhan nutrisi, perawatan kesehatan, dan stimulasi tumbuh kembang selama 1.000 hari pertama kehidupan menjadi bagian penting dalam mencegah stunting.
Karena itu, Dion meminta kader Posyandu memperluas peran mereka, tidak sebatas mencatat pertumbuhan anak dan memberikan makanan tambahan (PMT). Kader juga diharapkan mampu mengedukasi keluarga mengenai pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan anak sesuai tahap perkembangannya.
“Di sinilah peran kader diharapkan tidak hanya mencatat dan memberikan PMT, tetapi juga memberikan contoh pola asuh yang tepat,” tegasnya.
Perkuat Pelayanan Dasar Masyarakat
Kegiatan penguatan Posyandu tersebut turut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Purworejo Raja Thifal Mazaya Izzati, Kepala DPPPAPMD Laksana Sakti, anggota DPRD Komisi IV H. Muh Dahlan, Camat Kemiri Bambang Supriatno, serta Camat Gebang Endah Hanna Rosanti.
Penguatan Posyandu melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal diharapkan mendukung peningkatan akses dan kualitas pelayanan dasar di tingkat desa. Selain pelayanan kesehatan, pendekatan enam SPM juga mencakup bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Pelibatan kader di tingkat desa menjadi bagian penting untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam mendeteksi risiko gangguan tumbuh kembang anak dan mendorong keluarga mengakses layanan yang dibutuhkan.
- person
- visibility 1
- forum 0
- Penulis: Joe Hartoyo
- Editor: Hanny Garnet

Saat ini belum ada komentar